Indonesia   |   Inggris

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIAT JENDERAL

Lewat KANGPISMAN, Kota Bandung Memukau Turki Soal Penanganan FLW


Foto Artikel

 BANDUNG (26/06/2019) – Sebagaimana diketahui, Kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan wisata terpopuler di Jawa Barat, sehingga tantangan permasalahan food loss and waste (FLW) di Kota ini sangat besar, oleh sebab itu, pada sesi ketiga study visit Turki-COMCEC ke Indonesia dalam rangka pertukaran informasi mengenai penanganan FLW, delegasi Turki bersama perwakilan dari Biro Kerjasama Luar Negeri (KLN) Kementerian Pertanian dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba melihat secara langsung penanganan FLW di Kota Bandung.

Tiba di Kota Bandung, delegasi diterima langsung oleh Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, didampingi oleh jajaran Pemerintah Kota Bandung dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya, Wakil Walikota Bandung menyampaikan pesan agar isu FLW ini dapat diperhatikan lebih serius lagi, baik dalam tataran nasional maupun internasional. Selanjutnya delegasi Turki menyampaikan paparan mengenai urgensi penanganan FLW bagi setiap negara dan pentingnya berkerja sama dalam menghadapi FLW yang terus meningkat dewasa ini.
Lebih lanjut, perwakilan dari Badan Pengelolaan Lingkungan hidup Kota Bandung memperkenalkan program unggulan penanganan sampah Kota Bandung yang lebih dikenal dengan istilah KANGPSMAN. Program ini telah dimulai sejak 2018 lalu, dan merupakan kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam membangun cara baru pengelolaan sampah yang lebih maju melalui upaya KANG (Kurangi) PIS (Pisahkan) MAN (Manfaatkan) sampah atau dikenal pula dengan istilah reduce, reuse, recycle (3R). Dalam implementasinya, istilah “KANG” didefinisikan dengan usaha mengurangi penggunaan kantong plastik, Styrofoam, dan bahan lain yang sulit diurai oleh alam; menggunakan kembali barang-barang yang masih bias digunakan; membawa kantong belanja, tempat makan dan minum sendiri ketika berpergian; serta makan dan minum secukupnya atau menghabiskannya. Sementara istilah “PIS” merujuk pada usaha pemilahan jenis sampah yaitu menempatkan sisa makanan adan tumbuhan pada wadah tertutup; kertas, kaleng, gelas, dan botol plastic ditempatkan pada kotak kardus; serta sampah lainnya ditempatkan pada tong sampah. Adapun istilah “MAN” didefinisikan sebagai usaha pemanfaatan jenis sampah sebagaimana didefinisikan dalam istilah “PIS” menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti, pakan ataupun bahan baku industri.
Dalam sesi kunjungan lapangan di Bandung, delegasi diajak pula untuk melihat implementasi KANGPISMAN di tengah-tengah kegiatan ekonomi, antara lain implementasi di sebuah pusat perbenlanjaan di pusat kota Bandung yaitu Paris Van Java (PVJ) yang telah menerapkan sistem zero waste di lingkungannya. Hampir tidak ada limbah yang terbuang percuma di pusat perbelanjaan tersebut dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan, termasuk membangun sebuah rooftop mini garden sebagai obyek wisata baru di tengah pusat perbelanjan.
Selanjutnya, delegasi juga mengunjungi salah satu hotel yang juga telah menerapkan sistem zero waste, yaitu Grand Hotel Tjokro. Hotel tersebut juga melakukan hal sama dalam menekan angka waste yang dihasilkan oleh hotel, namun masih berfokus pada pengurangan sampah sisa makanan. Secara umum, delegasi Turki sangat terkesan dengan program tersebut dan sangat berminat untuk menjadikan program tersebut sebagai salah satu subyek yang dapat diangkat dalam pertemuan-pertemuan COMCEC selanjutnya yang membahas soal FLW.  [MZT]
 

Kantor Pusat Kementerian Pertanian

Gedung A
Jl. Harsono RM No.3 Ragunan - Pasar Minggu
Jakarta 12550
Telp : +62 21 780 4117
Mobile : +62821 1089 7194
humas@pertanian.go.id