Indonesia   |   Inggris

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIAT JENDERAL

Semangat Hari Krida Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan


Foto Artikel

JAKARTA – Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi sumberdaya pertanian yang berlimpah untuk memproduksi kebutuhan bahan pangan pokok. Potensi yang besar tersebut adalah modal besar guna peningkatan produksi komoditas strategis terutama padi, Jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging, gula, buah-buahan dan juga komoditas perkebunan dan peternakan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam memperingati Hari Krida Pertanian di hadapan pegawai Kementerian Pertanian pada upacara hari ini, Senin (22/6). Penjelasan Mentan tersebut sesuai dengan tema yaitu ‘Dengan Semangat Hari Krida Pertanian Kita Tingkatkan Produksi Pangan dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal Menuju Kemandirian dan Kedaulatan Pangan’.

Pada peringatan Hari Krida Pertanian kali ini mengandung makna bahwa sebagai bangsa yang bermartabat , Indonesia harus mampu mandiri di bidang pangan. Kekuatan potensi sumberdaya pertanian harus mampu dikembangkan untuk mencapai kedaulatan pangan.

“Hakekat peringatan Hari Krida Pertanian adalah momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemberi, atas semua rahmat dan karuniaNya yang dilimpahkan pada rakyat selama ini. Dengan harapan semoga pada tahun-tahun mendatang, usaha pertanian kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan karuniaNya yang lebih besar, yaitu terwujudnya Kedaulatan Pangan dan kesejahteraan petani,” jelas Mentan.

Hari Krida Pertanian juga menjadi wujud apresiasi dan penghargaan kepada para petani, peternak dan pekebun, serta seluruh pelaku pertanian, yang telah bekerja keras menyediakan pangan bagi seluruh rakyat dan menghasilkan berbagai komoditas produk pertanian. Selain itu,  hal ini juga dimaknai sebagai momentum untuk mawas diri semua insan pertanian untuk introspeksi terhadap semua kekurangan dan kesalahan, serta mengupayakan perbaikan dan peningkatan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengajak seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Kebijakan kedaulatan pangan tersebut telah dicanangkan dalam amanat UU No. 18/2012 tentang Pangan, dengan memberikan kepastian bahwa Kedaulatan Pangan merupakan hak negara dan bangsa dalam menentukan kebijakan pangan secara mandiri menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 252 juta yang merupakan terbesar keempat di dunia dan dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49% membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar.

Presiden RI, Joko Widodo telah memerintahkan agar swasembada pangan dicapai dalam waktu yang cepat. Untuk pencapaian swasembada beras harus dicapai dalam waktu tiga tahun. Sementara itu untuk komoditas pangan lainnya harus dilakukan percepatan peningkatan produksi secara nyata, sehingga menghindari impor.

Program Upaya Khusus Swasembada Pangan ditujukan sebagai upaya percepatan pencapaian swasembada pangan, difokuskan untuk memecahkan permasalahan pokok di lapangan.  Sebagai kemajuan sementara program UPSUS dalam tujuh bulan terakhir ini, Mentan menyampaikan, adanya peningkatan produksi padi 2,6 juta ton GKG; realisasi penyaluran pupuk meningkat sebanyak 264,6 ribu ton; realisasi perbaikan jaringan irigasi tersier lebih dari 1 juta ha. Realisasi optimasi lahan 294 ribu ha, realisasi bantuan traktor lebih dari 26 ribu unit. 


Kantor Pusat Kementerian Pertanian

Gedung A
Jl. Harsono RM No.3 Ragunan - Pasar Minggu
Jakarta 12550
Telp : +62 21 780 4117
Mobile : +62821 1089 7194
humas@pertanian.go.id