Indonesia   |   Inggris

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIAT JENDERAL

Peluang Digitalisasi dan Inovasi Pertanian dalam Rantai Nilai Pangan


Foto Artikel

 Tokyo -  Inovasi dan teknologi dalam Rantai Nilai Pangan menjadi fokus diskusi pada Presidensi Pertemuan G20 Jepang tahun ini. Kehadiran Delegasi RI yang dipimpin oleh Sekjen Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, dipandang penting untuk memastikan agar kepentingan pembangunan sektor pertanian Indonesia dapat terakomodasikan dalam dokumen “G20 Agricultural Ministers’ Declaration”. Dokumen deklarasi tersebut akan disepakati pada pertemuan tingkat Menteri Pertanian anggota G20 pada tanggal 11-12 Mei 2019 di Niigata – Jepang.

 
Sebagai langkah awal penyusunan dokumen deklarasi, Pertemuan Agriculture Deputies Meeting G20 telah dilaksanakan oleh Presidensi Jepang pada tanggal 5 – 7 Maret 2019 di Hotel Midtown Hibiya, Tokyo. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan negara-negara anggota G20, perwakilan lembaga internasional seperti OECD, FAO, IFAD, IFFRI, World Bank, PARM, GEOGLAM dan perwakilan dari Senegal, Spanyol, Singapura, Thailand, Chili, dan Belanda. Pada Presidensi G20 Jepang, tiga pilar utama isu-isu sektor pertanian yang diangkat yaitu: i.) Innovation toward future sustainability of the agro-food sector, ii.) Food Value Chains toward inclusive growth of the agro-food sector, dan iii.) Knowledge exchange to address global issues.
 
Beberapa hal penting yang menjadi kepentingan Indonesia dalam forum ini terkait dengan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, pengembangan kewirausahaan pemuda tani, perbaikan Global Food Value Chains (FVCs) dalam rangka peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani, Anti-Microbial Resistance (AMR), pertukaran informasi melalui forum AMIS dan GEOGLAM dalam rangka pengendalian stabilitas harga bahan pangan, perubahan iklim (Paris Agreement), pengendalian Food Loss and Waste, transboundary diseases, serta kolaborasi strategis dalam agro-food sector.
 
Sampai saat ini sudah banyak initiatif global terkait pertanian lahir dari forum G20. Agenda Pertemuan ADM G20 Jepang juga dilaksanakan sebagai sarana memonitoring perkembangan implementasi kesepakatan G20 sebelumnya dengan pemaparan perkembangan dari Presidensi Jerman dan presentasi lembaga-lembaga internasional seperti IFAD, FAO, IFFRI, OECD. Topik yang diangkat dalam presentasi Organisasi Internasional tersebut antara lain: 
OECD dan FAO memberikan paparan terkait isu Towards a Sustainable, Productive, and Resilient Agro-Food 
Paparan tentang Agricultural Market Information System (AMIS) yang disampaikan oleh FAO Group on Earth Observations Global Agricultural Monitoring Initiative (GEOGLAM), presentasi disampaikan oleh perwakilan FAO yang memberi pemutakhiran kegiatan GEOGLAM tahun 2018 dan 2019. 
Paparan terkait Technical Platform on the Measurement and Reduction of Food Loss and Waste (FLW) oleh FAO Terkait update kegiatan G20 Agricultural Chief Scientist (MACS-G20) disampaikan oleh MAFF Jepang 
Delegasi Jerman menyampaikan stocktaking terkait pemutakhiran isu Agriculture and Water, ICT in Agriculture serta AMR. 
Presentasi terkait Platform for Agricultural Risk Management (PARM) oleh IFAD
 
Selain menghadiri Pertemuan ADM G20, Delegasi Kementan juga mengikuti kunjungan ke Food Expo (FOODEX) Japan 2019. FOODEX Japan merupakan agenda tahunan sebagai sarana eksebisi terbesar di Asia dimana dipamerkan berbagai macam industri makanan dan minuman dari Jepang dan seluruh dunia. Lebih daeri 85 ribu pengunjung hadir ke pameran tersebut antara lain dari industri jasa makanan, jasa logistik dan trading companies. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian juga melakukan berdialog dengan beberapa pelaku usaha Indoensia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Kantor Pusat Kementerian Pertanian

Gedung A
Jl. Harsono RM No.3 Ragunan - Pasar Minggu
Jakarta 12550
Telp : +62 21 780 4117
Mobile : +62821 1089 7194
humas@pertanian.go.id